Pesanan dari rakan astronomer di Indonesia
***********************************************************************************************
SEMINAR NASIONAL:
MENCARI SOLUSI KRITERIA VISIBILITAS HILAL DAN PENYATUAN KALENDAR ISLAM
DALAM PERSPEKTIF SAINS DAN SYARIAHSabtu, 19 Desember 2009 (2 Muharram 1431 H), Observatorium BOSSCHA ITB DASAR PEMIKIRAN
Umat Islam menggunakan hilal sebagai acuan untuk menentukan awal bulan Islam. Kini umat Islam telah berada pada bulan Muharram tahun 1431 H, berarti telah ada 17161 kali hilal pernah ada di langit. Namun belum banyak umat Islam yang pernah menyaksikan sosok hilal dengan mata kepala sendiri. Pengamatan sistematis di beberapa tempat yang tersebar luas di bola Bumi sangat diperlukan untuk membangun sains dan pengetahuan tentang hilal. Hingga saat ini masih terdapat perbedaan dalam penentapan awal bulan Islam oleh ormas Islam di Indonesia. Adanya perbedaan penetapan awal bulan itu berarti juga terdapat perbedaan waktu penyelenggaraan ibadah awal shaum Ramadlan, shalat Idul Fitri, Idul Adha umat Islam di Indonesia. Perbedaan waktu penyelenggaraan ibadah itu melahirkan sebuah harapan adanya penyatuan kalendar Islam. Sebuah harapan atau impian umat Islam tentang Kalendar/ Penanggalan Islam itu adalah terwujudnya sebuah kalendar Islam yang mempunyai kepastian lebih baik dan lebih tertib, untuk keperluan jadual ibadah, administrasi dan keperluan transaksi lainnya, diterima dan dipergunakan oleh masyarakat, terutama masyarakat Islam di seluruh Indonesia maupun di seluruh dunia.
(1) Penyatuan Penanggalan Islam akan memberikan ketenangan (menghilangkan keragu-raguan) dan memberikan kekhusu’ an masyarakat Islam dalam beribadah, misalnya dalam mengawali dan mengakhiri shaum Ramadhan, panitia pembagian zakat fitrah, pelaksanaan shaum sunnah pertengahan bulan dan shaum Arafah.
(2) Implikasi penyatuan calendar/penanggalan Islam mengandung jadual ibadah yang unik sehingga menciptakan suasana bermasyarakat menjadi lebih tertib, menjadi lebih nyaman tidak terjadi perdebatan/ketegangan yang tidak diperlukan dalam kehidupan bertetangga dan berkeluarga maupun antar ormas Islam.
(3) Penyatuan Penanggalan Islam akan memberi kepastian Jadual hari – hari libur nasional, penetapan jadual cuti bersama. Pimpinan negara sangat memerlukan sebuah taqwim standart/nasional untuk menjalankan program – program pemerintahan.
(4) Penyatuan Penanggalan Islam diperlukan untuk kepastian transaksi dalam perBank-an dengan basis kalendar/penanggalan Islam yang secara hukum dapat dipertanggung jawabkan dalam kesatuan wilayah hukum negara.
Penyatuan Kalendar/Penanggalan Islam makin dirasakan perlu dan merupakan sebuah kebutuhan umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya upaya – upaya untuk menyelesaikan sumber – sumber penyebab keberagaman kalendar/penanggalan Islam. Penyatuan Kalendar/Penanggalan meliputi kawasan luas dalam negeri atau nasional, regional maupun internasional, oleh karena itu memerlukan sebuah proses yang cukup panjang.
Kelompok Keahlian ASTRONOMI FMIPA ITB BEKERJASAMA DENGAN AN-NJAM, Komitte Penyatuan Penanggalan Islam YPM & KALAM SALMAN MENYELENGGARAKAN SEMINAR NASIONAL DENGAN TEMA :
“MENCARI SOLUSI KRITERIA VISIBILITAS HILAL DAN PENYATUAN KALENDAR ISLAM DALAM PERSPEKTIF SAINS DAN SYARIAH”
TUJUAN SEMINAR
• Merumuskan elemen masalah yang menjadi dasar timbulnya perbedaan dalam perspektif syariah dan sains.
• Merumuskan rekomendasi untuk agenda dialog nasional dalam rangka mewujudkan “taqwim persatuan”.
• Merumuskan kontribusi awal pemikiran ahli hisab/rukyat umat Islam Indonesia dalam mewujudkan “taqwim persatuan”.
• Merumuskan sosialisasi kepada masyarakat tentang “taqwim persatuan” hasil pemikiran ahli hisab/rukyat umat Islam Indonesia.
PESERTA SEMINAR
Panitia mengundang para Praktisi, Pemikir dan Peneliti Hisab – Rukyat di lingkungan DepAg, DepKominfo, BMKG, LAPAN, MUI, Ormas Islam, Universitas/ Institut/ Perguruan Tinggi dan Lembaga terkait memberi kontribusi pemikiran dalam bentuk makalah atau peran serta aktif dalam diskusi dan saran – saran. Selain itu panitia juga membuka kesempatan bagi Mahasiswa Universitas/ Institut/ Perguruan Tinggi dan Individu Peminat Hisab – Rukyat untuk berperan serta aktif dalam seminar tersebut.
ACARA (TENTATIF)
1. Pendaftaran + coffee break (07:00 – 08:00 wib)
2. Pembukaan (Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an, Laporan Panitia, Sambutan dan Pembukaan, Break) (08:00 – 08:30 wib)
3. Pembicara Perdana (08:30 – 09:00 wib) DepAg RI
4. Presentasi + Diskusi I: Fokus pada pembicaraan Kriteria Visibilitas Hilal (Teori dan Empiris), (09:00 – 11:30 wib)
5. Rehat (Shalat, Makan Siang) (11:30 – 12:30 wib)
6. Presentasi + Diskusi II: Fokus pada metode penentuan awal Bulan Islam, (12:30 – 15:00 wib)
7. Rehat (Shalat, Makan Siang) (15:00 – 15:30 wib)
8. Presentasi + Diskusi III: Fokus pada solusi Penyatuan Kalendar Islam, (15:30 – 16:30 wib)
9. Penutupan (16:30 – 17:00 wib)
MAKALAH:
Secara umum makalah lengkap akan diberikan dalam bentuk CD, makalah dalam bentuk paper akan dicetak terbatas.
PENDAFTARAN
E-mail :
seminarhilal2009@yahoo.comFormat : nama lengkap, pekerjaan, e-mail, telp, judul makalah (for paper/poster contributor)
Informasi Lanjut : seminarhilal2009.wordpress.com
CP : EKA (02270505606)
NOVI (08562446114)
SALIM (08562230617)
Wassalamu'alaikum wr.wb.
===================================================================
SEMINAR NASIONAL:
MENCARI SOLUSI KRITERIA VISIBILITAS HILAL DAN PENYATUAN KALENDAR ISLAM DALAM PERSPEKTIF SAINS DAN SYARIAH
Sabtu, 19 Desember 2009 (Muharram 1431 H), Observatorium Bosscha ITB
seminarhilal2009.wordpress.com
seminarhilal2009@yahoo.comEka Puspita (02270505606)
Novi Sopwan (085624461144)
Salim Rusli (08562230617)
--
Hakim L. Malasan
Indonesian Astronomer
AS, FMIPA, ITB, Bandung, Indonesia