Falak-Online Komuniti
November 20, 2008, 04:09:17 PM *
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
News: Jangan lupa untuk activate akaun pengguna anda sebaik sahaja anda selesai melakukan pendaftaran. Anda perlu reply email yang dihantar.
 
   Home   Help Search Calendar Login Register  
Pages: [1]   Go Down
  Print  
Author Topic: tokoh falak..  (Read 4147 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
salleh_y
Pendekar Bulan
**
Offline Offline

Posts: 17

m_salleh_y
View Profile WWW
« on: November 15, 2004, 07:02:20 PM »

[web]http://muslimsources.com/id/NEWS/detail.php?cat=7&iid=129[/web]


Al Khawarizmi"Kumpulan Ilmu Islam"  



Al Khawarizmi"Kumpulan Ilmu Islam"

Sumber: Eramuslim, 22/8/2000 12:32 WIB
Dunia Islam benar-benar sebuah peradaban yang lengkap jika kita mau mempelajarinya. Dari obat-obatan sampai matematika ada di dalamnya, begitu juga para ahlinya. Jika dalam edisi kemarin eL-Ka menampilkan tokoh Islam klasik yang ahli di banyak bidang terutama kedokteran, kali ini giliran tokoh matematika yang akan memperkenalkan diri.

Di antara kita, banyak sekali yang mengenal dan mungkin pernah belajar satu teori matematika yang bernama Algoritma. Sebuah teori yang mempermudah manusia menghitung dalam jumlah besar dengan menggunakan sistem decimal. Jika kita pernah mempelajari, ada satu pertanyaan menarik, pernahkah kita tahu siapa yang pertama kali menemukan dan memperkenalkan rumus Algoritma? Tak lain dan tak bukan adalah orang-orang Islam.

Adalah Abu AbdullahMuhammad Ibn Musa Al Khawarizmi, seorang intelektual Islam yang lahir pada tahun 770 Masehi, di sebuah kota bernama Khawarizmi. Tak ada data yang pasti tentang tanggal dan kapan tepatnya Al Khawarizmi dilahirkan. Khawarizmi adalah sebuah kota kecil sederhana di pinggiran sungai Oxus, tepatnya di bagian selatan sungai itu. Sungai Oxus adalah satu sungai yang mengalir panjang dan membelah negara Uzbekistan.

Uzbekistan, adalah sebuah negara muslim yang besar sebelum tentara Rusia mengambil alih dan menggempur daerah itu pada tahun 1873. Ratusan tahun lebih Uzbekistan berada dalam tatanan pemerintahan Islam dengan penduduk mayoritas Islam yang hidup makmur dengan rahmat melimpah. Tapi rupanya, hal ini membuat orang-orang Rusia mulai melirik Uzbekistan menjadi satu di antara banyak negara jajahannya.

Itulah kenapa Al Khawarizmi dipanggil dengan sebutan Al Khawarizmi, untuk menunjukkan tempat awal dilahirkannya tokoh kita kali ini. Pada saat Al Khawarizmi masih kecil, kedua orang tuanya berimigran, pindah dari Uzbekistan menuju Baghdad, Irak. Saat itu Irak di bawah pemerintahan Khalifah Al Ma'mun yang memerintah sepanjang tahun 813 sampai 833.

Kelak di kota inilah lahir sebuah konsep matematika yang oleh orang Barat dan kita di sini sekarang, menyebutnya sebagai Algoritma. Entah bagaimana awalnya sampai menjadi Algoritma, tapi yang jelas ia berasal dari kata Al Khawarizmi. Mungkin orang-orang Barat dengan lidahnya terlalu sulit menyebutkan dengan fasih kata Al Khawarizmi sehingga menjadi Algoritma.

Al Khawarizmi adalah seorang tokoh matematika besar yang pernah dilahirkan Islam dan disumbangkan pada peradaban dunia. Dan mungkin tak seratus tahun sekali akan lahir ke dunia orang-orang seperti dia. Meski namanya dikenal sebagai seorang ahli dalam bidang matematika, sebenarnya ia juga ahli dalam bidang yang lain. Al Khawarizmi juga seorang astronomi, ia juga seorang yang ahli dalam ilmu geografi dan segala seluk belum tentang tanah dan bumi.

Ini yang menarik dalam Islam, seorang tokoh yang ahli dan dikenal dalam satu bidang, selalu saja ahli pula dalam bidang yang lain. Ada kesimpulan yang bisa ditarik dari sini, bahwa Islam adalah sebuah tatanan menyeluruh yang tak terpisahkan. Belajar matematika tak lepas pula belajar astronomi. Belajar astronomi tak ketinggalan pula belajar tentang keindahan alam dan itu tak terlepas pula dari pelajaran tauhid. Bahwa kedahsyatan alam ini tercipta karena kebesaran Allah pada manusia dan semesta.

Al Khawarizmi selain terkenal dengan teori Algoritmanya, ia juga dikenal sebagai seorang yang membangun teori-teori matematika lain, di antaranya Aljabar. Salah satu kehebatan Al Khawarizmi adalah, ia tak hanya mengenali satu hal sebagai subyek saja, tapi ia juga mampu menyelesaikan masalah yang ada dalam subyek tersebut. Dunia benar-benar tak bisa lepas dari jasa-jasa orang-orang Islam.

Aljabar diambil dari kata depan judul buku yang dikarang oleh Al Khawarizmi, "Al Jabr wa Al Muqabilah". Dalam buku ini ia merumuskan dan menjelaskan secara detail table trigonometri yang biasa kita pelajari saat ini. Tak hanya itu, jika kita pelajari secara detail, buku ini ternyata mengenalkan teori-teori kalkulus dasar dengan gampang.

Selain karya-karyanya di bidang matematika, Al Khawarizmi juga melahirkan karya dalam bidang astronomi. Ia membuat tabel yang mengelompokkan ilmu perbintangan ini. Pada awal abad 12, karya-karya Al Khawarizmi diterjemahkan ke dalam bahasa lain, dan yang pertama kali adalah bahasa latin oleh Adelard of bath dan Gerard of Cremona. Kita-kita itu adalah, The Treatise of Arithmetic, Al Muqala fi Hisab Al Jabr wa Al Muqabilah.

Di banyak universitas di Eropa, buku-buku karya Al Khawarizmi masih menjadi acuan dan text book untuk mahasiswa di sana sampai pertengahan abad ke enam belas. Karya-karyanya, setelah di terjemahkan dalam bahasa Latin, kemudian menyusul bahasa-bahasa lain seperti bahasa-bahasa yang digunakan di Eropa dan terakhir diterjemahkan dalam bahasa Cina.

Dalam bidang astronomi pun, Al Khawarizmi menyumbangkan karya-karya besarnya yang tak terbatas. Begitu juga dalam bidang geografi, ia membuat koreksi-koreksi mendasar pada pemikiran filsuf Yunani tentang geografi. Dalam sejarah tercatat tujuh puluh orang yang ahli dalam bidang geografi bekerja di bawah koordinasi Al Khawarizmi. Grup ini kemudian melahirkan peta bumi yang kita kenal sebagai globe untuk pertama kali. Karya ini dikenal dunia pada tahun 830 masehi.

Sepuluh tahun kemudian, tahun 840, Al Khawarizmi meninggal dunia dengan warisannya khazanah dalam ilmu pengetahuan dunia. Kita yang masih hidup saat ini, tak bisa berbicara matematika tanpa menyebut nama Al Khawarizmi. Kita juga tak bisa bersenang-senang, tanpa mengucapkan terima kasih pada Al Khawarizmi saat mempermainkan bola dunia alias globe. Tapi yang lebih penting dari itu adalah, bagaimana caranya kita semua, mampu menjadi seperti dia. Menerangi dunia dan memberi pencerahan dengan Ilmu-ilmu Islam. Kita pasti bisa!
Logged

Falak 4 Human Being!
Jom Teropong : )

Smiley   Smiley
Hafizfirdaus
al-ahkamian
nursyah
Pendekar Bulan
**
Offline Offline

Posts: 42


syafhnaim@yahoo.com
View Profile
« Reply #1 on: April 06, 2005, 06:01:54 PM »

harapnya kita semua yg minat bidang ni, teruskan perjuangan tokoh2 ni... Tongue


(insya-Allah, capai harapan...teruskan dlm astronomi.. Cheesy .)
Logged

Aku Adalah Aku Yg Sekarang...

::...NurSyah...::
salleh_y
Pendekar Bulan
**
Offline Offline

Posts: 17

m_salleh_y
View Profile WWW
« Reply #2 on: June 09, 2005, 01:23:58 PM »

lama saya x masuk laman nih..
xpe..saya sentiasa akan bersama insya-allah..
perjuangan tokoh islam silam hampir 700 tahun mengenai astronomi islam harus kita hargai dan kembalikan..  wink
Logged

Falak 4 Human Being!
Jom Teropong : )

Smiley   Smiley
Hafizfirdaus
al-ahkamian
arahman
Amatur
*
Offline Offline

Posts: 3


View Profile Email
« Reply #3 on: October 22, 2005, 11:19:57 PM »

terima kasih pada pengantar. dapat juga saya gunakan sebagai bahan perkongsian ilmu dengan masyarakat. boleh kongsi lagi...
Logged
abuqaw
Pendekar Bulan
**
Offline Offline

Posts: 24


View Profile WWW
« Reply #4 on: December 31, 2005, 12:55:59 PM »

yeah...kita lah bangsa yg boleh meng'up'kan balik ilmu astronomi nie...

byk gak tokoh2 falak kat Malaysia nie....antaranya: Ghani Salleh, Baharuddin Zainal, Azam Noor dan admin kita, Shahrin Ahmad. wink
Logged

abuqaw@2005
shahgazer
Administrator
Pengembara Semesta
*****
Offline Offline

Posts: 540


shahgazer
View Profile
« Reply #5 on: December 31, 2005, 02:29:55 PM »

isyhh.. saya ni amatur je, teropong main-main, banyak lagi kena belajar..  grin
Logged

-Shahrin-
Founder FalakOnline
Meade 8" f/10 LX90, 10" f/4.5 Starfinder Dobsonian, 9x63 Vixen Bino, Mintron 12V1-EX, Mallincam Pro B/W, Mallincam Hyper Color, Toucam Pro, Canon 300D.
abuqaw
Pendekar Bulan
**
Offline Offline

Posts: 24


View Profile WWW
« Reply #6 on: January 06, 2006, 10:42:44 AM »

 grin
Logged

abuqaw@2005
amie
Amatur
*
Offline Offline

Posts: 3


View Profile Email
« Reply #7 on: April 20, 2007, 07:36:30 PM »

Assalamu'alaikum wrt..

Di sini saya ingin berkongsi satu cerita yang saya baca di internet berkenaan seorang ahli falak di dunia islam di zaman beliau.Saya hanya copy paste saja untuk kita kongsi bersama.



SYEIKH Muhammad Tahir bin Muhammad bin Jalaluddin Ahmad bin 'Abdullah al-Minankabawi atau Syeikh Tahir Jalaluddin, ulama berasal dari Minangkabau banyak menulis mengenai ilmu falak.

Sebenarnya, sebelum kemunculan Syeikh Tahir Jalaluddin, ada beberapa ulama dunia Melayu yang ahli dalam bidang ilmu falak. Ulama falak sezaman dengannya, termasuk Syeikh Muhammad Nur bin Syeikh Nik Mat Kecik al-Fathani (di Makkah), Syeikh Jamil Jambek (Minangkabau, Sumatera Barat), Syeikh Abdullah Fahim (Pulau Pinang) dan Kadi Haji Abu Bakar bin Haji Hasan (Muar, Johor).

Dalam ruangan kali ini hanya memperkatakan tulisannya mengenai falak.

Di antara tulisannya adalah:

# Natijatul ‘Umur

Tulisan ini selesai ditulis pada 1355 hijrah/1936. Ia dicetak oleh Penang Printer Press, Pulau Pinang pada 1355/1936.

Kandungannya bagi mendapatkan perkiraan/perhitungan pada takwim tarikh hijri dan miladi; arah kiblat dan waktu sembahyang yang boleh digunakan selama-lama hidup.

Data diperoleh daripada naskhah yang pernah dimiliki M Zain Abdullah. Pada Sabtu, 16 Jamadilawal 1420/28 Ogos 1999 ia diserahkan pula kepada saya oleh Fauziyah M Zain Abdullah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Indonesia.

# Jadawil Pati Kiraan Pada Menyatakan Waktu Yang Lima Dan Hala Qiblat Dengan Logharitma.

Ia selesai ditulis pada 15 Syaaban 1356. Cetakan pertama oleh Al-Ahmadiah Press Singapura, 1357/1938. Dicetak dalam bentuk kombinasi tulisan Melayu/Jawi dan Latin/Rumi.

Kandungannya membicarakan perhitungan falakiyah. Pada halaman 13, dicatat bahawa guru beliau bernama al-'Allamah Syeikh Muhammad bin Yusuf al-Khaiyath, ulama al-Haram al-Makki mengajar pelbagai ilmu di Masjidil Haram, khususnya ilmu hisab (matematik) dan ilmu falak.

Ulama itu kemudian dilantik menjadi Syeikh al-Islam Kedah. Ulama itu meninggal dunia di Batu Uban, Pulau Pinang pada Rabu, 17 Rejab 1333.

# Nukhbah at-Taqrirat fi Hisab al-Auqat wa Sammath al-Qiblat bi al-Lugharitmat

Naskhah ini tanpa dinyatakan tarikh selesai penulisan. Cetakan pertama oleh Royal Press, 745 North Bird Road, Singapura, 1356/1937.

Kandungannya membicarakan kaedah ilmu falak. Huraiannya ditulis dalam bahasa Arab, sedangkan jadual yang menggunakan angka ditulis dalam angka Rumi/Latin.

Risalah yang ada pada saya, asalnya milik Haji Abu Bakar bin Haji Hasan, Kadi Muar, Johor. Beliau memperolehnya sebagai hadiah daripada pengarangnya, Syeikh Tahir Jalaluddin sendiri, tertulis,Hadiyah wa tazkir li hadhrat al-Fadhil Tuan Haji Abu Bakar ibnu Hasan, bekas Kadhi Muar, minal muallif al-haqir Muhammad Thahir Jalaluddin’.

Daripada kitab hadiah itu dapat diambil kesimpulan bahawa hubungan silaturahim antara Haji Abu Bakar dengan Syeikh Tahir Jalaluddin tetap kukuh walaupun berlaku polemik dalam pegangan dan pemikiran mengenai Islam kedua-duanya. Masing-masing mengarang kitab membantah pihak lawannya.

Haji Abu Bakar daripada golongan ulama ‘kaum tua’ dan Syeikh Tahir Jalaluddin pula golongan ulama ‘kaum muda’.

# Al-Qiblah fi Nushush 'Ulama' asy-Syafi'iyah fi ma Yata'allaqu bi Istiqbal al-Qiblah asy-Syar'iyah Manqulah min Ummuhat Kutub al-Mazhab.

Ia ditulis dalam dwi bahasa, Arab dan Melayu, tanpa dinyatakan tarikh selesai penulisan. Dicetak oleh Mathba'ah Az-Zainiyah, Taiping 1951, atas kebenaran mengecap (mencetak) oleh Majlis Agama Islam dan Adat Melayu Perak, No. (18) dlm. Pk. Red. Dept 110/50, bertarikh 21 September 1950. Dicap dan dikeluarkan oleh Yahya 'Arif Kuala Kangsar.

Kandungannya membicarakan falak dalam menentukan arah kiblat.

Risalah ini mendapat pujian ulama seperti Haji Zubeir bin Ahmad Ismail Bukit Candan, Kuala Kangsar, Guru Besar Madrasah Idrisiyah, tarikh 23 Mac 1950.

Ada lapan ulama yang mengesahkan yang hampir semuanya ‘kaum tua’. Hal ini menggambarkan walaupun Syeikh Tahir Jalaluddin, tokoh ulama kaum muda, namun daripada beberapa segi pemikirannya masih diterima oleh kaum tua.

Sumber: Ensiklopedia Nusantara: Tulisan Syeikh Tahir Jalaluddin pedoman ilmu falak Melayu


Wallahu'alam..



Logged
Pages: [1]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1 RC3 | SMF © 2001-2006, Lewis Media Valid XHTML 1.0! Valid CSS!
Page created in 0.677 seconds with 19 queries.